Ending kisahku…

AssalamualaikumšŸ˜Š

Aku mau cerita soal akhir pernikahanku. Selama 3 tahun menikah, aku memilih berpisah dari suamiku. Iya ini juga sebagian salahku karna aku nggak bisa bilang nggak dengan pilihan ortuku, aku ingin menghargai mereka ortu, mereka ortu yang baik. Dan pilihanku ini berujung melukai diriku sendiri. Aku mau bertahan tapi aku nggak kuat lagi. Kalau aku tahan, yang kutakutkan aku bisa aja gila atau membunuh suamiku diam-diam. Itu nggak ada bedanya aku dengan suamikušŸ˜”

Dia kembali…. suka chat dan bahkan “main” perempuan lain. Isi chatnya itu dia booking dengan perempuan lain dikosan atau tempat hotel. Isi hpnya selalu ada dan ketahuan olehku. Aku marah bahkan sampai meledak-ledak tapi… dia malu dan bahkan anggap marahku selama ini cuma angin lalu.

Setelah kupikirkan matang dan nasihat dari kakak keduaku, akhirnya alhamdulillah aku memilih berpisah. Jujur ini berat dan pilihan tersulit selama 26 tahunku. Aku nggak pernah memikirkan masalah seberat ini. Tapi kalau aku bertahan, jujur udah kacau. Apa mereka tahu aku sampai nggak bisa fokus kerja dan dipanggil atasan gara-gara ini? Atau aku sampai masih kontrak padahal teman-teman yang lain udah pegawai tetap karna hasil psikologiku jelek mikirin ini?

Kata kakakku: “hidup itu cuma sekali dan harus bahagia. Kalau hidup cuma buat sengsara buat apa dipertahanin? Pilih sesuai apa kata hati. Jangan dari orang lain apalagi ortu. Ini hidup kamu yang jalanin dan rasain. Mereka nggak akan tahu karna cuma liat aja diluar. Hiduplah bahagia buat diri sendiri de”

Aku langsung terenyuh. Bahkan ortku pun nggak sampai berpikiran kayak gitu. Setelah aku mutusin pilih pisah, bapak udah setuju karna dia liat aku beneran nggak bahagia dengan dia tapi ibu, awalnya masih denial aku pisah sama suamiku. Masih bujuk sana sini buat balik. Tapi sekarang alhamdulillah mereka berdua udah setuju dan dukung keputusanku.

Karna suamiku ini angkatan, jujur susah buat cerai. Aku udah menghadap atasannya pun nggak bisa karna ini cuma masalah sepele. Jadi sekarang statusku nggak jelas. Diceraikan belum tapi udah pisah rumah. Aku nggak terlalu mikirin karna alhamdulillah kerja jadi nggak stres mikirin ini. Aku mau ajuin gugatan tapi jangan sekarang. Situasi sekarang lagi panas, aku nunggu waktu yang tenang dan tepat, minimal bisa 1 tahun liat sikon. Aku udah pernah ajuin gugatan ke pangadilan agama tapi bakal runyam kalau suami masih kekeh nggak mau pisahšŸ˜”

Aku jujur lebih bahagia dan tenang dengan kondisi sekarang. Aku udah pisah rumah dan nggak pikirin dia lagi. Mau selingkuh, punya istri simpenan, aku nggak peduli. Dan lucunya walau pisah rumah, dia ini nggak tahu diri lho minta uang rokok atau bayarin listrik. Padahal atm gaji dan kontrakan udah kukasih semua dan seharusnya cukup buat dia sendiri. Dan apalagi aku nggak dinafkahin. Wkwkwk kayak begini mauĀ  bikin aku balik denganmu? Itu mimpi disiang bolongšŸ¤£

Sudah sekian cerita singkat akhir pernikahanku. Aku selalu berdoa diberikan jalan keluar terbaik soal masalah ini. Dan aku bener-bener udah nggak bisa bersama suamiku lagi. Hati dan perasaanku udah nggak maušŸ˜”

Sekian, wassalamualaikum

Posted on 19 November 2020, in diary and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan komentar disini^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: