Saitou Hajime

Mengenai asal-usulnya sedikit tidak jelas.
Sebuah teori mengatakan bahwa ia adalah anak dari seorang ronin. Lainnya mengatakan ia berasal dari Edo, anak salah seorang pejabat di pemerintahan Bakufu, dan ia datang ke Kyoto setelah tidak sengaja membunuh seseorang di Edo.
Kemudian ada yang mengatakan bahwa ia adalah anak dari Shogun ke-12?! Dan lainnya lagi mengatakan bahwa ia adalah mata-mata dari klan Aizu pada awal Roshitai.

Berbicara tentang pria misterius. Namanya, Hajime (memiliki arti “pertama” atau “mulai” seperti dalam tulisan kanji lainnya) karena ia dilahirkan pada hari pertama dibulan pertama, walaupun ada catatan lainnya mengenai hari lahirnya.

Ia bergabung dengan Shinsengumi atas rekomendasi klan Aizu, dibawah nama Yamaguchi Jirou, saat ia menjadi salah satu asisten Hijikata.

Keahlian berpedangnya yang sangat mematikan adalah “satu sabetan tangan kiri”, jurus ini bahkan lebih mematikan dari pada jurus yang dimiliki Okita Soji “tiga sabetan/tusukan”. Saitou, bersama dengan Okita dan Nagakura, dikenal sebagai tiga orang pemain pedang terkuat di Shinsengumi.
Saitou membunuh banyak para anggota korup Shinsengumi. Seperti, Itou Kashitarou dan kawan-kawan, Takeda Kanryuusai dan lainnya.

Saitou adalah orang yang kuat minum! Salah seorang pemilik website Shinsengumi menyatakan bahwa “Ia akan berubah menjadi orang yang sangat berbeda pada saat mabuk, (seperti memiliki hasrat ingin membunuh ketika sedang mabuk).
Pada kenyataannya, ia meninggal karena stomach ulcer , dikarenakan terlalu banyak minum.

Istri Saitou, Takagi Tokio, adalah anak dari pejabat penting Aizu, yang menjadi saksi pernikahan mereka tidak lain adalah Daimyo Aizu sendiri!
Mereka (Saitou dan Takagi Tokio) menikah di tahun ke-6 Meiji (1873), dan anak pertama mereka, Tsutomu lahir di tahun ke-9 (1876).

Setelah pemerintahan Ishin terbentuk, ia mengubah nama dan bekerja sebagai pelatih kendo di sebuah universitas. Di tahun 1877, 10 tahun pemerintahan Meiji, ia bergabung dikepolisian dengan ijin membawa pedang untuk bertempur di perang Seinan, perang dimana Saigo Takamori memberontak melawan pemerintahan Meiji di Satsuma. Dengan menggunakan nama Fujita Gorou.
Setelah ia menjadi mata-mata ia bertanggung jawab langsung kepada Komisaris Polisi, Kawaji Toshiyoshi.

Saitou bekerja sebagai penjaga museum di Tokyo saat sudah berusia lanjut. Setelah pension, sepertinya ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berfikir. Saitou meninggal dunia pada tanggal 27 September 1915, tahun ke-4 pemerintahan Taisho, diusia 72 tahun.

 

Sumber: kobuse.blogspot.com

Posted on 31 Mei 2012, in pengetahuan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan komentar disini^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: