Juwawut dan Kacang Hijau

Akhirnya dapet juga info tanaman juwawut ma kacang ijo gara-gara biologi. Jujur aja nama juwawut baru pertama kali w denger*bahkan w ampe nanya-nanya ma temen ma ortu-_-*. Kalau kacang ijo sih sering w liat ma denger. Tapi juwawut sumpah w baru liat*hahaha dasar norak^^*. Nah ini dia info tanaman juwawut ma kacang hijau dari beberapa sumber:

Juwawut

Klasifikasi

Secara umum tanaman klasifikasi tanaman jewawut adalah sebagai berikut Regnum : Plantae, Divisi : Magnoliophyta, Kelas : Liliopsida, Ordo : Poales , Famili : Poaceae, Genus : Setaria, Spesies : Setaria italic

Deskripsi

Asal Usul Tanaman

Juwawut (Setaria italica) adalah sejenis serealia berbiji kecil (milet) yang pernah menjadi makanan pokok masyarakat Asia Timur dan Asia Tenggara sebelum budidaya padi dikenal orang. Tumbuhan ini adalah yang pertama kali dibudidayakan di antara berbagai jenis milet dan sekarang menjadi milet yang terluas penanamannya di seluruh dunia, dan yang terpenting di Asia Timur.

Catatan dari Cina menunjukkan paling tidak juwawut telah dibudidayakan pada sekitar 6000 tahun sebelum Masehi. Pada saat itu, juwawut menjadi satu-satunya biji-bijian yang dibudidayakan di sana. Dari Cina, tanaman ini kemudian menyebar ke barat, hingga mencapai Eropa pada sekitar milenium kedua sebelum Masehi. Orang Romawi telah mengenal dan membudidayakannya, sehingga dikenal pula sebagai “milet Italia”.

Secara Mofologi

Jewawut mempunyai sistem akar khas Graminae. Biji menghasilkan satu akar seminal atau radikula yang berkembang menjadi akar primer. Akar sekunder atau akar buku muncul pada buku pertama ketika tanaman jewawut telah mengjasilkan dua atau tiga helai daun. Akar-akar buku menebal dan dianggap menyediakan sebagian besar saluran untuk pengambilan air, ion, dan sebagai pendukung pertumbuhan tanaman (Goldsworthy dan Fisher, 1984).

Batang tanaman jewawut tegak, beruas-beruas, lampai, dan menyisip dari tunas terbawah. Daun jewawut termasuk daun yang tidak lengkap karena hanya terdiri dari helaian daun saja. Helaian daun ini berbentuk pita/melancip dengan tulang daun sejajar. Permukaan daun kasar karena memiliki bulu halus dan rapat. Daun berseling dan sejajar, tersusun dalam dua baris berhadapan atau searah.

Jewawut memiliki bentuk malai seperti bulir yang tersusun relatif rapat dan biji-bijinya yang masak bebas dari lemma dan palea. Tanaman ini termasuk hermaprodit dimana buliran berbentuk menjorong, bunga bawah steril sedangkan bunga atas hermaprodit. Biji bulat telur lebar, melekat pada sekam kelopak dan sekam mahkota, berwarna kuning pucat hingga jingga, merah, coklat atau hitam (Leonard dan Martin, 1988).

Biji jewawut masuk dalam jenis padi-padian kecil termasuk biji kariopsis yang memiliki ukuran yang sangat kecil sekitar 3 – 4 mm, yang biasanya memiliki warna krem, merah kecoklatan, kuning dan hitam. Biji jewawut terdiri dari perikarp, endosperma dan embrio. Biji bulat telur,, melekat pada sekam kelopak dan sekam mahkota, berwarna kuning pucat hingga jingga, merah, coklat atau hitam.

Tipe Perkecambahan dan Penyerbukannya

Jewawut merupakan tanaman monokotil yang memiliki tipe perkecambahan hypogeal. Dimana terjadi pemanjangan epikoti sehingga plumula menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tetap berada di dalam tanah. Penyerbukan  yang dilakukan ialah penyerbukan sendiri. Namun dapat juga dibantu oleh angin. Bunga jantan dan betina terdapat dalam satu tanaman sehingga proses penyerbukannya tergolong penyerbukan sendiri (Anonimh, 2010 )

 Lingkungan Tumbuh Dan Ekologinya

Jewawut dapat ditanam di daerah semi kering dengan curah hujan kurang dari 125 mm selama masa pertumbuhan yang pada umumnyam 3-4 bulan. Tanaman ini tidak tahan terhadap genangan dan rentan terhadap periode musim kering yang lama. Di daerah tropis, tanaman ini dapat tumbuh pada daerah semi kering sampai ketinggian 2000 m dpl. Tanaman ini menyukai lahan subur dan dapt tumbuh baik pada bebagai jenis tanah, seperti tanah berpasir hingga tanah liat yang padat, dan bahkan tetap tumbuh pada tanah miskin hara atau tanah pinggiran. Sedangkan pH yang cocok untuk tanaman ini adalah 4-8. (Grubben dan Partohardjono, 1996).

Varietas

Pearl millet ( Pennisetum glaucum ),  Foxtail millet ( Setaria italica ) Proso millet (Panicum miliaceum),  Finger millet ( Eleusine coracana ) ( anonimi. 2010 )

Kandungan Gizi

Kandungan  gizi jewawut (setaria italica) yaitu karbohidrat 84,2%, protein 10,7%, lemak 3,3%, serat 1,4%, Ca 37 mg, Fe 6,2 mg, vitamin C 2,5, vitamin B1 0,48, dan vitamin B2 0,14. ( Widyaningsih dan Mutholib, 1999 ).

Kacang Hijau

Kacang hijau termasuk dalam keluarga Fabaceae (polong-polongan). Tanaman yang memiliki nama ilmiah Phaseolus aureus ini merupakan tanaman perdu yang dapat ditanam hampir di semua tempat. Nilai ekonomis tanaman ini terletak pada bijinya. Dipasaran terdapat dua jenis kacang hijau yaitu PB dan grono. Perbedaan keduanya terletak pada warna kulit. Jenis PB warna kulitnya lebih cerah daripada grono. Tetapi harga jenis grono lebih mahal dan bagus sebagai bahan tauge.

Olahan Kacang hijau.

Olahan dari kacang hijau menghasilkan berbagai bahan makanan yang lezat. Tentu kita tidak asing dengan makanan yang berbahan dasar kacang hijau. Sebut saja bubur kacang hijau. Tersaji hangat dengan dibubuhi santan sangat lezat. Untuk membuat bubur kacang hijau agar cepat empuk, sebaiknya rendam dahulu selama ± 3 jam sampai mekar. Setelah itu cuci bersih lalu rebus dalam air mendidih. Kacang hijau kupas banyak dimanfaatkan untuk isi kue seperti bakpao, bakpia, dan onde-onde. Prosesnya kacang hijau direndam sampai lunak, cuci lalu kukus hingga empuk, kemudian haluskan saat kacang hijau masih panas.

Kacang hijau dapat pula disemai menjadi kecambah yang biasa disebut tauge. Tepung yang terbuat dari biji kacang hijau digunakan sebagai bahan pembuatan kue berbentuk gel. Dipasaran tepung ini disebut hungkwe. Aneka ragam makanan tersaji dari biji kacang hijau.

Kandungan Gizi

Kacang hijau tidak hanya menghasilkan sajian aneka makanan lezat tetapi dari butiran hijau mungil ini tersimpan kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia.

  1. Nutrisi Penting
    • Kandungan protein kacang hijau cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting antara lain kalsium dan fosfor.
    • Mengandung lemak tak jenuh yang aman untuk yang kelebihan berat badan.
  2. Protein Tinggi
    • Kadar protein dalam kacang hijau 24 %. Secara tradisi, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi kacang hijau agar bayinya memiliki rambut yang lebat.
  3. Kalsium dan Fosfor
    • Memperkuat tulang. Manfaat kalsium dan fosfor dapat memperkuat tulang.
  4. Lemak Rendah
    • Kacang hijau tersusun atas 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh. Asupan lemak tak jenuh tinggi penting untuk menjaga kesehatan jantung.
  5. Vitamin B1 (tiamin)
    • Pertumbuhan. Awal kegunaan vitamin B1 untuk mencegah beri-beri, ternyata bermanfaat juga untuk proses pertumbuhan.
    • Meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki saluran pencernaan.
    • Vitamin B1 adalah bagian dari koezim yang penting dalam proses oksidasi karbohidrat untuk diubah menjadi energi. Tanpa vitamin B1 tubuh mengalami kesulitan dalam memecah karbohidrat.
  6. Vitamin B (riboflavin)
    • Membantu penyerapan protein di dalam tubuh.
  7. Vitamin E
    • Membntu meningkatkan kesuburan.
    • Memperlambat proses penuaan.

Sumber: http://chylenzobryn.blogspot.com/

http://kesehatan.kompasiana.com/

Posted on 18 Juli 2011, in pengetahuan and tagged , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. cara tanamY kok ngg ada ya…

  2. wahh baguss bnget artikel nya….

Silahkan komentar disini^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: